“Apa artinya nasib, Mullah ?”
“Asumsi-asumsi.”
“Bagaimana ?”
“Begini. Engkau menganggap bahwa segalanya akan berjalan baik, tetapi kenyataannya tidak begitu. Nah itu yang disebut nasib buruk. Atau, engkau punya asumsi bahwa hal-hal tertentu akan menjadi buruk, tetapi nyatanya tidak terjadi. Itu nasib baik namanya. Engkau punya asumsi bahwa sesuatu akan terjadi atau tidak terjadi, kemudian engkau kehilangan intuisi atas apa yang akan terjadi, dan akhirnya berasumsi bahwa masa depan tidak dapat ditebak. Ketika engkau terperangkap di dalamnya, maka engkau namakan itu nasib.”
.cerita nasrudin hoja
Seringkali suatu realitas yang terjadi dalam hidup kita tidak sesuai dari apa yang kita harapkan . Bahkan bisa sangat jauh dan bertolak belakang dari apa yang kita inginkan. Kadang kita menginginkan sesuatu dan telah berusaha dengan sangat keras untuk mendapatkannya tapi ternyata apa yang kita inginkan tidak terpenuhi . Justru sesuatu yang kita tidak pernah inginkan sebelumnya yang terjadi pada kita . Inikah yang namanya takdir ??
Tapi apakah kita harus meyakini bahwa ada nasib baik dan nasib buruk ? Ketika sesuatu menimpa diri kita , yang mana hal tersebut tidak pernah kita inginkan dan mungkin sangat pahit , menyakitkan dan sulit kita terima . Apakah itu nasib buruk ? Agaknya kita harus selalu berkhusnudzon kepada Allah bahwa apa yang Dia berikan pada kita adalah yang terbaik pada kita dan kita harus meyakini bahwa Dia punya rencana lain yang lebih baik dibalik semua yang terjadi pda kita. Karena Dia pernah berfirman , “Kadang-kadang kamu membenci sesuatu, tapi yang kamu benci itu justru yang akan membahagiakanmu. Kadang-kadang kamu mencintai sesuatu, tapi justru yang kamu cintai akan menjerumuskan kamu.”
Oleh karena itu , apapun yang terjadi pada kita . Sepatutnya kita selalu mensyukurinya dan meyakini bahwa itu semua adalah yang terbaik bagi kita. Ambilah hikmah dari setiap persitiwa yang terjadi pada kita . Manusia hanya bisa berencana , Tuhan yang memutuskan .
Akhirnya saya kini bisa istirahat dan tidur pulas setelah hampir seminggu menikmati masa-masa yang sangat menguras tenaga dan fikiran . Masa Ospek selama 4 hari itu benar-benar menyibukan saya, mau tak mau saya harus mengurangi waktu istirahat saya untuk membuat persiapan-persiapan buat ospek tersebut . Waktu ospek itu saya harus berangkat jam 5 pagi dan pulang jam 6 sore . Itupun ketika pulang saya langsung pergi untuk menyiapkan apa-apa yang harus dibawa esok harinya . Walaupun sebenarnya capek , tapi itu harus tetap saya jalani . Rutinitas selama beberapa hari tersebut sempat membuat kondisi fisik saya down . Sehingga mau tidak mau saya yang sakit pun memutuskan untuk pulkam(pulang kampung) ke tegal . 






Jejak tertinggal