Keadilan pembagian BLT

8 08 2008

 

Bantuan langsung tunai atau BLT yang sampai sekarang masih dibagi-bagi kepada masyarakat ternyata banyak membuat kasus. Mulai dari pembagian yang menurut sebgaian warga tidak adil sampai protes warga karena BLT yang dia dapat di pangkas oleh petugas setempat. Huehhee..

Tapi saya hanya ingin berbicara tentang berbagai macam keluhan warga masyarakat tentang BLT yang ketenye pembagiannya kurang adil. Tak sedikit warga yang protes dirinya kok tidak dapat BLT , padahal si dia yang lebih mampu dapat. “Saya yang hanya punya radio di rumah gak dapat BLt , dia yang punya TV dirumah dapet. Seharusnya saya yang lebih berhak untuk dapet.” Inilah kata mereka yang katanya tidak adil .

Sebenarnya apa sih kriteria warga yang dapat BLT? . Apakah dari besarnya penghasilan ? Apakah dari aset atau barang-barang yang dimilikinya ? Ataukah hanya dari sedekat mata menerawang ? . Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan tsb. itu sulit untuk digunakan sebagai kriteria. Contoh kasus , Mungkin ada warga yang penghasilanya kurang , tapi dia ternyata punya tabungan banyak. Atau mungkin seseorang punya TV,Motor dll. tapi ternyata penghasilanya kurang. Atau sebatas kita melihat rumah orang tersebut yang hampir roboh , tapi siapa tahu ternyata dia punya TV , banyak tabungan dll.

Masalah bagaimana kriteria orang yang berhak mendapatkan BLT tersebut memang susah . Karena kita tidak tahu bagaimana sebenarnya ukuran keadilan. Secara sederhana orang miskinlah yang berhak menerima BLT . Tapi miskin itu kayak gimana ? Yang miskin memang berahak mendapatkan BLT tapi banyak juga yang ingin dianggap miskin agar mereka memperoleh BLT? BLT itu sudah dijatah kepada warga yang berhak saja , bukan untuk rebutan . Kalau mungkin memang salah sasaran , misalnya ada warga yang ternyata mampu tapi dia mendapat dana BLT dan ada warga yang benar-benar tidak mampu tidak memperoleh . Seharusnya yang mendapat uang tersebut bisa lebih memahami dan peka terhadap lingkungannya . Dan mengerti bahwa ternyata ada orang yang lebih membutuhkan uang tersebut dan lebih berhak.

Kata orang ,”Ada orang yang mendadak merasa miskin agar memperoleh bantuan , tapi suatu waktu dia tidak mau dicap sebagai orang miskin , dia selalu memperkaya diri.”





Calung

5 08 2008

calung

Melihat pertunjukan musik calung adalah sesuatu yang tidak ingin saya lewakan bagi saya. Para seniman ini bermain dengan lantunan musik yang sangat indah serta diiringi tarian . Kompaknya gerakan para pemain membuat decak kagum orang yang menontonnya.

Ini adalah sebuah kesenian daerah asal sunda yang merambah sampai daerah saya dan sekarang sangat luar biasa perkembangannya. Seni yang dulunya biasa-biasa saja kini sudah lekat menjadi tontonan masyarakat yang mudah dijumpai. Bahkan di SMA saya dulu , ada sebuah ekstrakurikuler calung ini . Dan di desa saya saja hampir setiap hari ada sekumpulan seniman yang memberikan pertunjukan ini. Biasanya di pasar di dekat rumah . Mereka tidak sekedar mengamen dan mengumpulkan receh tapi benar-benar memberikan pertunjukan yang luar biasa bagus dan mempunyai kepedulian untuk melestarikan kesenian ini.





Nonton sepak bola Tarkam

5 08 2008

tarkam

Sepak bola memang olahraga yang sangat merakyat . kita bisa melihat dimanapun olahraga ini dimainkan oleh orang-orang . Tak terkecuali di desa saya . Setiap menjelang 17-an ini pasti ada sebuah turnamen sepak bola tarkam (antar kampung) yang diikuti oleh beberapa klub dari berbagai dusun di desa saya.

Walapun hanya sebuah pertandingan sepak bola tingkat desa terpencil tapi acara ini berlangsung sangat meriah . Berbondong-bondong warga datang ke lapangan untuk mendukung wilayahnya masing-masing. dari anak kecil sampai ibu-ibu datang kesana . Mereka lebih senang untuk menonton sepak bola tarkam ini daripada menonton Indonesia Super League yang mungkin saat itu sedang berlangsung di Televisi.





Bayi dalam bungkusan

10 07 2008

Pagi ini sebuah bungkusan berisi bayi ditemukan oleh sejumlah santri di dekat sebuah ponpes di desa saya , sekitar 100 meter dari rumah . Bayi yang alhamdulillah masih dalam keadaan hidup lengkap dengan plasenta yang masih menempel di tubuhnya itu kemudian dibawa ke puskesmas dan langsung dimandikan oleh seorang dokter disana dibantu oleh masyarakat sekitar.

Kejadian ini tentunya menghebohkan warga . Baru pertama kali ini hal seperti itu terjadi di desa saya. Semuanya saling bertanya-tanya siapa sebenarnya orang tua dari anak ini yang sedemikian teganya meninggalkanya sendirian. Tapi untunglah bayi ini masih dalam keadaan sehat . ,Dan lebih dari itu , ternyata banyak keluarga di desa saya yang menawarkan diri untuk merawatnya .

Tapi , Bagaimana nantinya masa depan bayi yang tak berdosa ini ? Bagimanakah jika kelak ia bertanya siapa orang tuanya ?