puisi : gelisah

17 05 2008

kepalaku basah
mataku terbelah
tangan dan kakiku pun melelah
hingga seluruh tubuhku gerah
karena didihnya seisi darah
yang parah terperah
di bawah , jam dinding merah
yang ikut resah 
menunggu jiwa ini menghapus salah
yang gundah ,
gelisah . . . .


Tindakan

Information

3 tanggapan

17 05 2008
Goen

Udah lulus? :P

24 05 2008
sap

hmmm. nunggu hasil ujian ya?

2 06 2008
Kang Hasan

wah, agak susah ketemu alamat baru (tapi ketemu juga)
Bur Rasuanto juga kalo bikin puisi tidak terlalu mementingkan kata2 metaforis, Sutarji juga, kata2 sdudah terbebas dari beban makna,
…biarlah gelisah jiwa jadi penanda tindak raga yang salah…(sensitifitas yang mulai pudar di jaman ini)
Oke, broer, terus berkarya…

Tinggalkan komentar